Thibaut Courtois memberikan nasihat yang tidak biasa kepada kiper Manchester United, Senne Lammens, menjelang laga berat di Anfield melawan juara Liga Primer Liverpool. Dengan Anfield tetap menjadi salah satu tempat paling mengintimidasi di dunia sepak bola, pemain berusia 23 tahun ini menghadapi ujian berat saat tim asuhan Ruben Amorim yang sedang kesulitan menghadapi The Reds asuhan Arne Slot yang gemilang.
Lammens dan Man Utd akan menghadapi Liverpool di Anfield
Kiper muda Manchester United, Lammens, siap menghadapi tantangan terbesarnya saat tim asuhan Amorim bertandang ke Anfield untuk menghadapi juara bertahan Liverpool pada hari Minggu. Pemain berusia 23 tahun ini, yang bergabung dengan United dari Royal Antwerp dengan harga £18,2 juta musim panas ini, tampil mengesankan dengan clean sheet pada debutnya dalam kemenangan 2-0 atas Sunderland sebelum jeda internasional. Setelah dipanggil oleh timnas Belgia bersama Thibaut Courtois dan Matz Sels, ia kini kembali bertugas di klub dengan ekspektasi tinggi.
Namun, Liverpool hanya kalah tiga kali dari 83 pertandingan kandang terakhir mereka di Liga Primer, menjadikan Anfield salah satu lingkungan paling tidak bersahabat di dunia bagi para penjaga gawang tim tamu. Bagi Lammens, yang baru menjalani satu musim penuh di liga utama, pertandingan ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan untuk membuktikan bahwa ia layak berada di level elit United. Amorim diperkirakan akan mempertahankan pemain Belgia itu, alih-alih Altay Bayindir, yang performanya yang tidak konsisten telah menimbulkan pertanyaan dalam beberapa pekan terakhir.
Kunjungan ke Merseyside juga datang di saat yang krusial bagi musim United, dengan proyek Amorim yang masih dalam tahap pembentukan. Performa gemilang dari Lammens tidak hanya akan memperkuat posisinya untuk menjadi kiper utama United dalam jangka panjang, tetapi juga membantu menstabilkan lini belakang yang masih menemukan ritmenya. Courtois yakin bahwa Lammens dapat tampil mengesankan di United dan memberinya beberapa ‘nasihat’ untuk pertandingan melawan Liverpool.
Courtois Kirim ‘Nasihat’ untuk Lammens
Courtois, yang telah mencatatkan 107 caps untuk Belgia dan memenangkan dua gelar Liga Champions bersama Real Madrid, memberikan nasihat yang ringan namun bermakna kepada rekan senegaranya. “Stadion ini keras,” ujarnya kepada media Belgia. “Mungkin saya harus menyuruhnya bertepuk tangan kepada suporter tuan rumah ketika ia tiba di Kop!”
Meskipun komentar itu dilontarkan dengan nada bercanda, Courtois mengakui betapa sulitnya Anfield bagi kiper tim tamu mana pun. “Pertandingan pertamanya adalah gambaran dari apa yang akan dihadapi United,” ujarnya. “Ia tinggi, ia tidak takut menerima umpan silang, dan ia anak yang berkarakter. Saya yakin ia bisa bermain dengan baik. Ia akan menghadapi pertandingan yang sulit akhir pekan ini, jadi saya harap jika ia bermain, semuanya akan berjalan baik untuknya. Semoga yang terbaik untuknya.”
Courtois juga merefleksikan pengalamannya sendiri di stadion terkenal itu, tempat ia akan kembali bulan depan untuk pertandingan penyisihan grup Liga Champions Real Madrid. “Saya sendiri akan pergi ke sana dalam beberapa minggu. Pertandingan di sana selalu sulit, dan saya rasa Liverpool juga harus bangkit kembali setelah kalah beberapa kali.” Wawasannya menggarisbawahi tekanan unik yang datang saat menghadapi The Reds di kandang sendiri.
Kepindahan Lammens yang Tidak Biasa ke Man Utd
Perjalanan Lammens hingga ke titik ini berlangsung cepat dan tidak biasa. Dengan tinggi 190 cm, pemain Belgia ini direkrut sebagai bagian dari visi jangka panjang Amorim untuk memodernisasi susunan penjaga gawang United, dengan mengutamakan kiper yang piawai menggiring bola dan mampu memulai serangan. Ia hanya menghabiskan satu musim penuh sebagai pemain inti di Belgia sebelum pindah ke Old Trafford, sebuah langkah yang sempat mengejutkan banyak pihak tetapi dengan cepat mulai terlihat menginspirasi.
Dalam latihan, Lammens telah dibimbing oleh pelatih penjaga gawang United dan terinspirasi oleh panutan seperti Courtois, Marc-André ter Stegen, dan Manuel Neuer. Ia telah menerima pujian atas ketenangannya di bawah tekanan dan kemampuannya bermain dengan percaya diri dengan kedua kaki, terutama kaki kirinya. Namun, para mantan pemain United mempertanyakan apakah ia mampu menghadapi ekspektasi yang muncul seiring mengikuti jejak legenda seperti Peter Schmeichel, Edwin van der Sar, dan David de Gea.
Man Utd hadapi Liverpool yang cedera di Anfield
Manchester United akan berusaha membangun momentum mereka baru-baru ini saat menghadapi Liverpool asuhan Slots, yang sangat ingin bangkit setelah rentetan tiga kekalahan di semua kompetisi. Daya gedor Liverpool, yang telah mencetak 185 gol di Anfield di Liga Premier sejak awal musim 2023/24, akan menjadi ujian berat. Amorim akan mengandalkan lini belakangnya dan refleks Lammens untuk menahan imbang sang juara dalam atmosfer yang menjanjikan. Bagi pemain muda Belgia ini, pertandingan ini lebih dari sekadar pertandingan liga — ini adalah kesempatan untuk menunjukkan jati dirinya.